Novel " Waktu "
Part 1 HARI PERTAMA SMA
Hari ini adalah hari pertamaku memasuki sekolah baru ku, karena itu aku harus datang tepat waktu agar bisa mendapatkan tempat duduk terdepan karena mata minus ku ini sangat mengganggu terkadang jika aku duduk di kursi bagian belakang aku tidak bisa melihat tulisan dengan jelas di papan tulis. Tidak ku sangka ternyata murid yang lainnya sudah lebih dahulu datang, mereka datang lebih pagi dariku. Untungnya sahabat ku telah menyiapkan tempat untukku mereka sangat baik. Ya kami memang bersahabat sejak kami kelas satu SMP.
Alina Safyah dan Klarezia Agatha adalah nama dua sahabat ku, mereka biasa dipanggil lina dan zia kami berkenalan saat kami baru masuk SMP aku masih mengingatnya saat Alina datang kesiangan di hari pertama MOS dia dan tiga anak lainnya terkena hukum dari kakak kelas yang mengajar MOS mereka berempat disuruh bernyanyi dan bertepuk tangan mengelilingi kelas. Saat itu aku memang sudah duduk dengan Klarezia di belakang dan setelah Alina menyelesaikan hukumannya dia duduk di belakang kami. Alina duduk dengan Syakila yang juga kesiangan saat itu, entah bagaimana awalnyakami berempat menjadi sahabat.
Kami selalu bermain bersama hingga saat ini kami memasuki sekolah SMA yang sama tetapi tidak dengan Syakila ia pindah bersekolah ke luar negeri karena ayahnya mendapatkan tugas dari kantornya untuk bekerja di Amerika. Ya kini kami hanya bermain bertiga saja walaupun Syakila pergi ke luar negeri tetapi kami tetap akan bersahabat dan Syakila berjanji kepada kami ia akan sering datang saat liburan.
Karena aku datang kesiangan zia duduk sebangku dengan lina,itu menyebabkan aku harus duduk sendirian di depan. Tidak berapa lama aku duduk ada seorang murid perempuan yang berpenampilan tomboy datang.
"Bangku ini kosong?" Ucapnya ketus.
"Iya bangku itu kosong", ucapku.
"Kalo gitu gua duduk disini ya", ia menaruh tasnya lalu pergi ke luar kelas.
Tiba tiba zia yang duduk di belakangku berkata.
" Ta, ko kamu mau sih duduk sama cewek tomboy itu?".
"Ya emangnya kenapa? Lagian kan aku juga duduk sendirian", ucapku.
"Iya juga sih, tapi kan ta emang kamu gak serem apa liat cewek kaya dia?",ucap lina.
"Apaan sih kalian, biasa aja sih jangan memandang seseorang dari luarnya aja, lagi pulakan kita juga belum tau kan gimana sifat aslinya dia".
Bel masuk pun berbunyi seluruh murid memasuki ruang kelasnya masing-masing MOS hari pertama para murid saling memperkenalkan diri. Dan saat itu aku mengetahui nama anak perempuan yang duduk di sebelah ku bernama Emira Lestari nama yang bagus menurutku, ya perempuan yang duduk di sampingku itu memang sangat cuek dia tidak mengobrol dengan siapapun bahkan dengan aku yang sekarang duduk sebangku dengan nya. Lalu para peserta MOS di kenalkan dengan visi dan misi dari sekolah dan pengenalan lingkungan sekolah. Semua murid berkeliling sekolah dipandu oleh para senior dan di perkenalkan setiap ruang yang ada di sekolah. Setelah itu para peserta MOS di bubarkan jam duabelas.
Aku alina dan klarezia pulang bersama kami menaiki bus dengan ruuse yang sama, sepanjang jalan alina selalu menanyakan tentang hal hal yang tadi terjadi di sekolah.
"Ta tadi nama cewek yang duduk sama kamu itu siapa?" Ucap alina.
" Emira", ucapku singkat.
"Ta dia itu pendiem banget ya gak suka ngobrol sama siapapun" ucap alina.
" Lin dia itu bukannya pendiem tapi dia itu sombong aja, dia itu cuek sama orang orang di sekitarnya". Ucap zia.
“ Huss, kalian iu ngomongin orang mulu kaga baik”, ucap ku.
Kami bertiga berhenti membicarakan soal Emira. Tetapi kini Alina kembali bertanya.
"Ta tadi itu kakak yang membimbing kita berkeliling sekolah itu ganteng ya menurut kamu gimana ta?".
"Gimana apanya?",ucapku sambil melihat jalan kota.
"Ya gimana menurut kamu gateng atau engga?", ucap Alina dengan nada kesal.
"Ya menurut aku sih biasa aja, kamu mah semua cowok yang cakep dikit di bilang ganteng mulu", ucapku.
klarezia yang sibuk dengan telepon genggamnya pun menyambar.
"lagian kak Alfin itu udah punya pacar kali lin kamu ga usah ngarep", ucap zia.
"Hah yang bener kamu zia, kamu tau dari mana?, kamu gak usah sok tau deh", ucap alina dengan nada kesal.
"Ya kan si zia stalker sejati kali lin pasti dia tau lah",ucapku bergurau.
"Apaan sih kamu ta, kaga lah aku bukan stalker lagi", klarezia berkata dengan kesal.
"Kalo gitu kamu tau dari mana?",tanya Alina.
"Ya gimana aku kaga tau dia itu kan sodara aku kali", ucapnya Klarezia dengan cuek.
"Hah yang bener masa sih,ko kamu gak pernah tau si kalo ka Alfin itu sodara kamu?", ucap Alina.
" Ya lagian kan kamu gak pernah nanya juga buat apa aku ngasi tau", ucap klarezia.
" Ooh jadi ka Alfin itu sodara kamu ya hehehe" ucapku merasa bersalah.
"Iya ". Ucap klarezia jutek.
" Sorry ya zi aku tadi bilang kalo kamu stalkerin kak Alfin", ucapku memohon maaf.
" Iya iya gapapa ko aku juga cuma pura pura cuek aja kali hehehe", ucap Klarezia sambil tertawa.
" Oh iya aku turun duluan ya, aku udah sampe dahh", ucap klarezia sambil melambaikan tangan kepada ku dan Alina, lalu ia turun dari bus.
Alina kembali bertanya saat bus kembali berjalan.
" Ta emang bener ya kalo si zia itu sodaraan sama kak Alfin?".
"Ya mungkin, mana aku tau lin", ucapku.
" Ihh kamu mah", lina kesal.
"ya gimana aku emang gak tau", ucapku kapada lina.
Lina hanya diam, di halte depan aku akan turun lalu aku bersiap dan berkata kepada lina .
" Lin aku duluan ya dah", ucapku kepada lina lalu aku turun dari bus.
Lina tidak menjawab apapun ia hanya menganggukan kepalanya dengan wajah cuek, mungkin alina masih kesal dengan ku fikirku. Tetapi tidak ku sangka Dari kaca bus alina berteriak sambil melambaikan tangan.
"Dadah Aleta".
Hal itu pun di perhatikan oleh orang lain yang sedang menunggu di halte, itu membuat ku malu. Dengan malu aku melambaikan tangan kepada Alina. Setelah bus tadi berjalan aku segera berlari menaiki anak tangga di tangga penyebrangan melewati orang orang yang ada di depan halte.
Aku berjalan menuju rumah ku sambil mendengarkan musik . Tiba tiba di depan ku ada kecelakaan, seorang anak laki laki berseragam SMA yang terserempet oleh mobil mercy. Aku melihat anak laki laki itu dan motornya jatuh di bahu jalan tetapi mobil mercy yang menyerempet anak laki laki itu kabur begitu saja.
Aku segera menghampiri anak laki laki itu, tetapi karena aku tidak bisa membantunya aku berteriak meminta tolong kepada warga yang ada di sekitar sana. Mereka datang dan membantu anak laki laki itu untuk duduk di tepi jalan dan membangunkan sepeda motornya, saat helem yang digunakan anak laki laki itu di buka darah mengaliri dari pelipisnya.
Warga segera mencari kendaraan untuk membawa anak laki laki itu ke rumah sakit terdekat, aku yang di sana hanya melihat saja, memberikan saputangan miliku untuk sedikit membersihkan darah yang ada di pelipisnya.
Setelah ada kendaraan yang bisa ditumpangi anak laki-laki itu di bawa oleh warga ke rumah sakit terdekat. Anak laki-laki itu menutupi luka di pelipisnya dengan sapu tangan milik ku.
Aku kembali melanjutkan perjalanan ku, setelah sampai di rumah aku sangat terkejut melihat ayah dan mamah duduk di ruang keluarga. Aku langsung memeluk ayah, Ayah bilang ia akan pulang minggu depan tetapi kini sudah datang, aku menanyakan hal itu kepada ayah.
"Ayah ko ayah udah pulang sih katanya ayah baru akan pulang minggu depan", tanya ku pada ayah.
"Ya memangnya kenapa?, Kamu gak seneng kalo ayah pulang lebih awal?", Jawab ayah.
"Iihhh gak gitu juga sih yah", ucapku.
"Ayah tinggal dua bulan sekarang sifat anak ayah udah beda ya", ucap ayah.
"Hah beda gimana yah?, biasa aja deh perasan aku yah", ucapku.
"Ya kamu itu biasanya kalo pulang sekolah langsung cium tangan sama ayah sama mamah tapi sekarang udah engga", ucap ayah.
"Ya kamu belum cium tangan loh sama ayah dan mamah", ucap ayah.
"Ya ampun yah iya aku lupa hehehe maaf ya", ucapku sambil mencium tangan ayah dan mamah.
"Maaf ya yah mah aku keburu senang liat ayah dateng sampai lupa cium tangan hehehe", ucapku.
" Iya, yaudah kalo gitu sana gih ganti baju", ucap mamah.
"Iya mah", ucapku lalu pergi ke kamar.
Bukannya ganti baju tetapi aku malah tiduran di kasur dan memainkan handphone, sehingga aku tertidur.
***
Sudah bagus..tapi lebih diperhatikan lagi dalam penggunaan spasi..good lah👍
BalasHapusPenasaraann selanjutnya gimanaa, nextt
BalasHapusSemoga ada lanjutan ceritanya yaa, penasaran😅 ngegantung soalnya😅
BalasHapusLanjutkan ti👍
BalasHapusSuka, tapi lebih perhatiin typo nya yaa. ditunggu kelanjutannya:)
BalasHapusBagus ti ditunggu cerita selanjutnya ya :)
BalasHapusBagus.. lanjutkan
BalasHapusCeritanya menarik.. 👍
BalasHapusLanjutkann👌🏻
BalasHapusCeritanya bagus, hanya saja tolong perhatikan lagi huruf kapitalnya ya. pada penulisan Lina di beberapa bagian
BalasHapusAwal yang menarik:) hanya saja, menurut saya setelah tanda kutip akhir tidak perlu diberi tanda koma. Semangat terus dalam berkarya, Anti:)
BalasHapusOk wulann
HapusBagus banget.... Lanjutkan
BalasHapusBagus ceritanya ti..👍
BalasHapusNice 👍
BalasHapusMantull
BalasHapusBagusss, next dong😂
BalasHapusSip
HapusBagus lanjutkan✨✨✨
BalasHapusNice
BalasHapusMantul
BalasHapusbagus, ditunggu lanjutannya...
BalasHapusIni ada lanjutannya kan? Lanjutkan mbak👌
BalasHapusDitunggu part berikutnya
BalasHapusDitunggu part berikutnya
BalasHapus