Cerpen Tiga Ibuku

     
Tiga Ibuku

       Lahirlah seorang bayi perempuan bernama Amelia Aghata anak pertama dari Ferdi dan Sarah. Ferdi merupakan seorang tukang roti di kawasan ibu kota, penghasilannya pun tidak seberapa. Karena hal itu mengharuskan Sarah berkerja untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Sarah berkerja sebagai asisten rumah tangga dan ia selalu menitipkan kaniya kepada tetangganya. Suatu ketika Ferdi menghilang ia sudah satu Minggu tidak pulang ke rumah, Sarah merasa bahwa dirinya tidak akan bisa mencukupi kebutuhan hidup dirinya dan Amelia. Sarah tetap menunggu Ferdi pulang tetapi dua bulan sudah Ferdi tetap tidak pulang. Ia akhirnya memutuskan untuk mencari pekerjaan di luar negeri untuk mencukupi kebutuhan hidup Amelia. Ia menitipkan kaniya kepada temannya yang bernama Santi. Santi sudah menikah selama tiga tahun dengan Akbar tetapi ia tidak juga di berikan kepercayaan oleh Allah untuk memiliki anak. Santi sangat bahagia dititipkan Amelia, ia menerima Amelia untuk diangkat menjadi anaknya. Sarah akhirnya berangkat ke Arab, saat Sarah sedang libur ia selalu menghubungi Santi untuk menanyakan kabar Amelia

      Sudah lima bulan Sarah tidak pernah lagi menghubungi Santi. Amelia sudah dianggap anak oleh Santi dan Akbar, satu tahun sudah Kaniya di rawat. Hingga akhirnya Santi diberikan kepercayaan oleh Allah untuk mengandung. Henry Denandra nama yang diberikan Akbar kepada anak laki-laki nya itu. Amelia sangat menyayangi Henry ia selalu menjaga Henry saat mereka sedang bermain mereka selalu akur. Dua tahun kemudian Santi diberikan lagi kepercayaan oleh Allah untuk mengandung kembali, hingga lahirlah seorang bayi perempuan anak ke dua Sarah dan Akbar, Faras Safitri nama yang diberikan kepada anak nya yang ke dua. Akbar dan Santi tidak pernah membedakan kasih sayangnya antara Amelia, Henry dan Faras, mereka selalu berusaha untuk berlaku adil kepada semua anaknya.

      Dinda merupakan adik Sarah, ia mendapatkan musibah yang mengharuskan dirinya untuk menggugurkan kandungannya yang masih muda dan mengangkat rahimnya, hal itu dikarenakan penyakit yang menyerang rahimnya. Suaminyapun meninggalkannya, sarah merasa sangat bersedih untuk adiknya itu. Kini Dinda tinggal bersama ibunya di daerah kota untuk menenangkan dirinya. Hingga akhirnya ibunya berkata kepada Sarah untuk memberikan Amela diasuh oleh Dinda, agar Dinda tidak begitu bersedih dengan semua cobaan yang dihadapinya. Sarah membicarakan hal itu kepada suaminya, walaupun terasa berat untuk mereka memberikan Amelia kepada Dinda tetapi mereka juga tidak mau kalau harus melihat Dinda bersedih berlarut larut. Amelia akhirnya diberikan kepada Dinda 

      Kini Amelia tinggal dengan Dinda dan neneknya yang merupakan ibu dari Sarah dan Dinda. Amelia awalnya menangis dan tidak mau tinggal dengan Dinda, tetapi lama lama Amelia nurut dengan Dinda dan kini Amelia menyebut Dinda dengan sebutan mamah. Dinda selalu menuruti kemauan Amelia. Ketika Dinda akan berangkat kerja Amelia selalu meminta dibelikan makanan kesukaannya yaitu martabak
“Amelia mamah mau berangkat kerja dulu ya sayang” berbicara dengan suara lembut.
“Iya mamah mamah, mah mah nanti kalau mamah pulang beliin Amelia martabak ya” ucap Amelia dengan manja
“Iya sayang nanti mamah belikan, kalau gitu mamah berangkat kerja dulu ya assalamu’alaikum” ucap Dinda kepada Amelia sambil menyodorkan tangannya.
“iya mamah waalaikum salam” Salim kepada mamahnya.

      Dinda bekerja sebagai asisten rumah tangga di kawasan kota. Bosnya berkata kepadanya untuk menginap dan pulang satu Minggu sekali agar Dinda tidak setiap hari bulak-balik, dan gajinya pun akan di tambahkan oleh bosnya.
“Dinda bagaimana kalau kamu menginap saja di sini dan kamu dapat pulang setiap satu Minggu sekali, gajih kamu pun akan saya tambahkan” ucap bos Dinda kepadanya.
“Tapi bos saya punya seorang anak nantinya bagaimana dengan dia jika saya bekerja dan menginap di sini?” ucap Dinda kepada bosnya
“ bukankah biasanya anak mu, kamu titipkan kepada ibumu?, Saya sangat memerlukan bantuan kamu saat malam hari, karena anak anak saya selalu meminta saya memasakkan makanan kan kamu juga tau sendiri kalo ibu gak bisa masak”. Ucap bosnya Dinda
“Baik Bu nanti akan saya bicarakan dahulu dengan ibu saya”

      Saat pulang kerja Dinda tidak lupa membeli martabak kesukaan Amelia, selama perjalanannya ia selalu memikirkan tawaran bosnya. Sesampainya di rumah ia disambut oleh Amelia yang langsung menyalaminya,”yeeeyyy mamah udah pulang, mamah ingetin kan pesenan aku?”.tanya Amelia
“ehhh sayang, ingetin dong ini kan pesenan kamu ?” sambil menyodorkan sebungkus martabak
“Makasih ya mah mamah baik deh”. Ucap Amelia kepada Dinda.
“Iya sayang, sana gih kamu makan di meja mamah mau mandi dulu” ucap Dinda kepada Amelia yang hanya di jawab dengan anggukan oleh Amelia.

      Sesudah mandi Dinda mencari ibunya, ia ingin menanyakan pendapat ibunya tentang tawaran yang diberikan bosnya kepada Dinda.
“Bu Dinda di tawarin sama bos Dinda untuk menginap di tempat kerja dan nantinya gajih Dinda di naikin, menurut ibu gimana?” tanya Dinda 
“ ya terserah kamu aja ibu sih ya kalah kamu sanggup bekerja seperti itu ya kamu kerjakan saja”ucap ibunya 
“Tapi Bu nanti kalau aku kerja Amelia gimana?” 
“ya gimana apanya, kan biasanya juga Amelia sama ibu”
“jadi menurut ibu aku harus mengambil tawaran itu?”
“ya lagi pula kan Amelia juga sebentar lagi mau masuk SD dia kan butuh biaya mungkin”
“Ya sudah lah Bu kalau begitu nanti saya akan menerimanya”

      Ke esokan harinya Dinda kembali bekerja dan seperti biasa Amelia selalu meminta sesuatu untuk dibelikan saat Dinda pulang kerja. Kali ini Dinda meminta dibelikan sate.
“Mah Amelia pengen sate ya mah, nanti kalau mamah pulang kerja beliin ya!” ucap Amelia.
“iya sayang nanti mamah beliin ya, oh jadi sekarang amel udah gak suka martabak lagi ya?”, ucap mamahnya.
“iiiihhhh, mama Amel masih suka kok sama martabak, tapi kan kalau terlalu sering juga Amel bosen”, jawab Amelia kepada mamahnya.
“oh gitu iya deh nanti mamah beliin,sekarang mamah berangkat dulu.”ucap Dinda kepada Amel.

      Sesampainya di tempat kerja ia langsung mengganti bajunya dan ia kemudian membersihkan tangan tangan yang ada. Setelah selesai semua pekerjaan yang dilakukannya, bosnya memanggil Dinda dan kembali menanyakan soal tawaran yang kemarin diberikannya,”Dinda bagaimana dengan tawaran saya yang kemarin apakah kamu sudah bisa memberikan jawaban?”. Dengan sopan Dinda menjawab, “ iyabu saya sudah memikirkannya, dan ibu saya juga tidak keberatan dengan hal itu”. Dengan heran bosnya kembali bertanya, “ jadi bagaimana kamu mau?” . “ iya Bu saya mau” ucap Dinda kepada bosnya. Kini Dinda selalu menginap di tempat kerja nya dan pulang setiap hari Minggu.

    Kini Amelia telah dewasa dia telah lulus menjadi sarjana. Tetapi tiba tiba ada seorang perempuan yang tiba tiba mendatangi Dinda dan ia menanyakan tentang anak perempuan yang ia titipkan kepada Akbar dan Sinta. Perempuan itu merupakan ibu kandung dari Amelia yaitu Sarah yang kini telah membuka usaha di daerah Jakarta. Sarah meminta Kania kembali, Sarah telah bercerai dangan Ferdian, ia inggin hidup dengan anaknya yang sudah lama ia tinggalkan. “saya sarah, saya adalah ibu kandung Amelia” ucap nya kepada Dinda. “ lalu kamu mau apa kesini?” Tanya Dinda kepada Sarah. “Saya mau meminta Amelia kembali karena saya sangat merindukannya” ucap Sarah. “ kenapa kamu baru datang sekarang kemana saja kamu?, Kenapa kamu datang saat Amelia telah sukses, saya yang membesarkan Amelia saya yang mendidik Amelia, kenapa kamu memintanya?” ucap Sarah sambil menangis. “selama ini saya selalu memikirkan Amelia,saya bekerja di luar negeri untuk mencari modal usaha agar saya bisa kembali ke Indonesia dan membuka usaha di Indonesia, saya inggin menghabiskan sisa hidup saya dengan Amelia, saya sadar saya memang tidak tahu diri tetapi bagaimanapun Amelia darah daging saya saya ingin Amelia kembali kepada saya”ucap Sarah.



      Setelah pertemuannya dengan Sarah Dinda kini menjadi orang yang pendiam ia selalu memikirkan hal tersebut. Hingga saat Amelia datang dan ia berkata bahwa ia sudah di terima bekerja di sebuah perusahaan di daerah Jakarta Selatan, tetapi Dinda tidak menghiraukannya ia tiba tiba menjauhi Amelia. Amelia berfikir bahwa mamahnya sedang capai jadi ia tidak mengatakannya. 
      Sinta dan Akbar jarang sekali datang ke rumah Dinda tetapi hari itu Sinta dan Akbar datang bersama dengan anak-anaknya. Kaniya merasa senang di datangi, mamah Sinta dan ayah Akbar. Amelia a berkata, “ayah sama mamah ko tumben sih dateng ke sini?”  sambil mencium tangan Sinta dan Akbar. “Iya sayang ayah ada perlu dengan mamah Dinda jadi ayah sama mamah Sinta kesini”. 

      Akbar menyuruh Amelia untuk berbelanja ke toko,agar Amelia tidak mengetahui apa yang akan dibicarakan. Saat Amelia sedang keluar mereka  mendiskusikan tentang masalah Sarah yang meminta kembali Amelia. Akbar dan Sinta menenangkan Dinda dan ia berkata bahwa lebih baik kita memberi tahu kaniya siapa ibu kandungnya, “bagaimanapun kita harus memberi tahukan siapa ibu aslinya Dinda kita tidak boleh egois Amelia juga kan sudah dewasa dia berhak mengetahuinya”. Tanpa sepengetahuan mereka Amelia datang dan Amelia mendengar pembicaraan tersebut lalu Amelia datang dengan mata berkaca-kaca. “Jadi sebenernya siapa orangtuaku ayah aku selama ini pusing dengan hidupku sendiri, mengapa aku punya ibu dua awalnya aku berfikir bahwa aku anak mamah Sinta tetapi nenek bilang kalau aku anak mamah Dinda” ucap Amelia.
Akhirnya Akbar pun memberi tahu bahwa sebenarnya Amelia adalah bukan anak dari salah satu diantara mereka. “Amelia maafin ayah selama ini ayah gak ngasih tau kamu, kalau sebenarnya kamu bukan anak mamah Sinta ataupun anak mamah Dinda”, ucap ayah dengan nada datar. “terus aku anak siapa yah kenapa gak ada yang bilang sama aku?” sambil menangis. “Amelia orang tua kandung kamu bernama Sarah dan Ferdan”. Amelia hanya terdiam dan ia pergi ke kamarnya.

      Semenjak kejadian itu Amelia tidak dekat lagi dengan Dinda mereka menjadi cuek satu sama lain dinda merasa bersalah telah menutupi kenyataan selama ini bahwa Amelia adalah anak angkat nya. Di sisi lain pun Amelia merasa tidak enak kepada Dinda karena selama ini iya telah menyusahkan kepada Dinda.
       Hingga akhirnya dinda menegur Amelia terlebih dahulu. “Amelia kamu sudah pulang? kamu sudah makan?” ucap dinda kepada Amelia. Amelia merasa kaget dan ia menjawab, “iya mah aku baru aja pulang tadi aku udah makan kok di kantor”. Tiba-tiba Amelia menangis dan memeluk Dinda. Amelia berkata, “mamah maafin Amel ya Amel udah diemin mama, karena selama ini Amelia merasa bahwa Amelia telah menyusahkan mamah, seharusnya aku tidak terlalu merepotkan mamah”. Mereka berpelukan dan akhirnya mereka kembali akur.

      Amelia meminta mamah dinda untuk mempertemukannya dengan ibu kandungnya, dan Dinda pun menuruti kemauan Amelia. Sebelumnya Dinda telah memberi tahu juga kepada Sinta bahwa iya akan mempertemukan Amelia dengan ibunya. Akhirnya Dinda, Amelia dan Sinta berjanjian akan bertemu dengan Sarah di sebuah cafe di kawasan ibu kota. Saat mereka bertemu Sarah langsung memeluk Amelia, Amelia bingung dan Dinda memberi tahu bahwa yang memeluk yaitu adalah ibunya. Amelia merasa senang akan hal itu, mereka duduk bersama di dalam satu meja dan Amelia berkata kepada mereka kalian merupakan ibuku yang terbaik terima kasih kalian telah membuatku hidup. 




Komentar